Ingin Tahu CCTV Headline Animator

Wednesday, July 16, 2025

Tas Boleh Stylish, Tapi Jangan Sampai Bikin Tulang Nggak Sehat

Tampil stylish itu penting, khususnya bagi kaum mahasiswa atau remaja kekinian. Mulai dari Tote bag, sling bag, hingga shoulder bag rasanya sangat disayangkan untuk dilewati. Tapi tahu nggak sih? Gaya tas yang kamu pilih bisa diam-diam mempengaruhi kesehatan tulang.

Pada usia remaja, tulang masih terus berkembang dan menopang aktivitas yang padat. Tanpa kita sadari, kebiasaan pakai tas yang hanya bertumpu di satu sisi bisa bikin postur berubah. Yang nantinya kalau semakin dibiarkan bisa memicu nyeri punggung hingga skoliosis.

Apa itu skoliosis?

Skoliosis adalah kelainan pada bentuk tulang belakang, yang menyebabkan tulang melengkung ke samping dan membentuk seperti huruf “S” atau “C”. Normalnya, tulang belakang kita lurus dari atas ke bawah. Tapi pada penderita skoliosis, tulangnya miring atau melengkung ke samping dan membuat postur tubuh menjadi tidak seimbang. Kelainan ini biasa terjadi pada remaja, karena kebiasaan membawa tas berat hanya di satu sisi.


Berikut tanda-tanda skoliosis yang perlu kamu ketahui:

• Bahu tidak sejajar

• Salah satu sisi pinggul lebih menonjol

• Postur terlihat miring saat berdiri

• Nyeri punggung

Meskipun sering dianggap sepele, skoliosis bisa berdampak serius jika tidak ditangani dengan benar.

Kenapa mahasiswa rawan terkena skoliosis?

Padatnya aktivitas mahasiswa, mulai dari kuliah, nugas, nongkrong, sampai bawa laptop dan buku berat kemana-mana. Tanpa sadar, gaya hidup sehari-hari ini secara perlahan bisa memberi tekanan tidak seimbang pada tulang belakang.



Beberapa faktor yang bikin mahasiswa rentan skoliosis:

• Sering membawa berat di satu sisi (Biasanya menggunakan tote bag)

• Duduk terlalu lama dengan postur membungkuk

• Jarang memperhatikan postur saat duduk

Jika kebiasaan buruk ini dilakukan terus-menerus, tulang belakang bisa melengkung secara bertahap.


Dampak skoliosis yang perlu diwaspadai


Skoliosis nggak cuma soal postur miring atau punggung pegal. Kalau terus dibiarkan, kelengkungan tulang belakang bisa menimbulkan berbagai masalah serius. Beberapa hal yang bisa terjadi:

• Postur tubuh tidak seimbang

Salah satu sisi pundak jadi nggak sejajar, tulang belikat menonjol sebelah, dan panggul miring. Ini bisa bikin kamu terlihat bungkuk tanpa disadari

• Nyeri punggung berkepanjangan

Otot-otot bekerja lebih keras dikarenakan kelengkungan tulang yang membuat tekanan di punggung tidak merata. Akibatnya, punggung terasa cepat pegal atau nyeri. Postur yang tidak ideal juga membuat tubuh lebih cepat lelah.

• Gangguan Pernapasan

Skoliosis bisa menyebabkan gangguan pernapasan karena kelengkungan tulang belakang, terutama pada area dada, menekan ruang paru-paru. Akibatnya, paru-paru sulit mengembang optimal, kapasitas juga berkurang sehingga napas jadi terasa pendek atau sesak.


Tips sederhana menjaga kesehatan tulang sejak muda


• Pakai tas ransel (backpack) dua tali

Dengan memakai backpack, bisa bantu beban terbagi rata di kedua bahu. Jadi nggak berat sebelah dan lebih aman untuk tulang punggung.

• Jangan membawa beban berlebihan

Idealnya, beban tas tidak lebih dari 10-15% berat badanmu. Bawalah barang yang memang benar-benar dibutuhkan saja.

• Atur posisi duduk dengan baik

Biasakan duduk tegak dan nyaman. Hindari terlalu lama membungkuk, terutama saat belajar atau main HP.

• Lakukan peregangan dan olahraga ringan secara rutin

Aktivitas seperti yoga, pilates, atau sekedar stretching bisa bantu memperbaiki postur tubuh dan membuat otot punggung lebih kuat.


Gaya boleh keren, tapi kesehatan tulang nggak boleh ditawar. Skoliosis bisa datang tanpa kita sadari, hanya karena kebiasaan seharian. Mulai sekarang, yuk biasakan lebih bijak memilih tas dan peduli terhadap postur.

Tulang yang sehat bukan cuma bikin kamu bebas nyeri, tapi juga bikin kamu tampil lebih percaya diri!


AYO MASUK STIKES!!!


INFO LEBIH LANJUT:
Telp. 0813-8990-2029

Telp. 0823-1024-6059

LINK PENDAFTARAN:



#TasBolehStylish,TapiJanganSampaiBikinTulangNggakSehat

#PMB

#STIKESSUMBERWARAS

#SarjanaAdminkes


Cutting Sugar = Investasi Kesehatan?

Mengonsumsi gula berlebih dapat memengaruhi kesehatan lebih dari yang kita kira, loh!

Banyak yang bilang kalau setelah makan atau minum yang manis-manis bisa bikin mood jadi happy. Memang benar, tapi efek itu hanya sementara. Nyatanya kalau kita terlalu sering mengonsumsi gula justru bisa memicu banyak masalah kesehatan. Mulai dari kecemasan, naiknya berat badan, hingga gangguan tidur.

Nah, daripada terus-terusan mengandalkan yang manis-manis untuk merasa “baik-baik aja”, yuk coba pahami dulu apa saja dampak dari konsumsi gula yang berlebihan, dan kenapa mulai cut sugar bisa jadi salah satu bentuk investasi kesehatan kita kedepannya.

Berikut dampak negatif dari konsumsi gula berlebih :

1.      Konsumsi gula berlebih berkaitan dengan depresi

Mengonsumsi makanan manis memang bisa meningkatkan mood, tetapi efek “happy” dari gula hanya bersifat sementara. Hal ini dikarenakan gula cepat meningkatkan kadar glukosa darah, yang memberi lonjakan energi. Selain itu, gula merangsang otak untuk melepaskan dopamin, zat kimia di otak yang berperan dalam menciptakan rasa senang. Namun setelah efek tersebut mereda, kadar gula darah akan turun secara drastis (sugar crash) yang mengakibatkan kita jadi sulit konsentrasi, mudah lelah, hingga cemas. Jika dikonsumsi secara terus-menerus, gula dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh dan otak, ini terbukti berpengaruh besar terhadap kesehatan mental.

2.      Obesitas

Gula — terutama dalam bentuk fruktosa buatan seperti high fructose corn syrup (HFCS), yang banyak ditemukan dalam minuman manis diproses dengan cepat oleh hati dan jantung, ketika dikonsumsi secara berlebihan akan menyebabkan penumpukan lemak di tubuh, terutama di area perut. Inilah yang menjadi salah satu kontributor utama obesitas. Selain itu, Gula juga dapat menganggu kerja hormon insulin yang berperan penting dalam mengatur berat badan dan kadar gula darah.

3.      Jerawat & masalah kulit

Kebanyakan makan yang manis-manis bisa membuat kondisi kulit makin rewel! Asupan gula yang tinggi memicu peningkatan kadar insulin dalam tubuh. Nah, insulin ini dapat merangsang produksi minyak (sebum) berlebih di kulit. Minyak berlebih ini menjebak sel-sel kulit mati di dalam pori-pori, yang membuat jerawat lebih mudah muncul. Dan gak cuma itu aja, kelebihan gula juga bisa bikin kulit cepat menua. Dikarenakan gula dapat merusak kolagen, sehingga membuat kulit jadi tampak lebih kusam dan kurang elastis.

4.      Resiko penyakit kronis

Bukan hanya bikin berat badan naik, asupan gula yang tinggi juga bisa jadi pemicu berbagai penyakit serius. Saat kadar gula darah terus tinggi, tubuh bisa mengalami resistensi insulin—yaitu suatu kondisi ketika tubuh tidak lagi merespons insulin dengan baik, sehingga gula sulit diproses dan mengakibatkan penumpukan di dalam darah. Kalau ini dibarkan, bisa berkembang menjadi Diabetes Melitus tipe 2. Gak berhenti disitu, konsumsi gula berlebih juga dikaitkan dengan risiko penyakit lainnya seperti penyakit lemak hati (NAFLD) bahkan kanker.

5.      Gangguan tidur

Susah tidur? Bisa jadi kamu terlalu banyak mengonsumsi gula, terutama pada sore atau malam hari. Gula bisa bikin kadar energi naik-turun nggak stabil. Yang bikin tubuh jadi gelisah dan membuat sulit masuk ke fase tidur nyenyak. Selain itu, lonjakan gula darah juga memengaruhi hormon tidur, seperti melatonin. Dengan mulai mengurangi asupan manis, bisa memperbaiki kualitas tidurmu.

Setelah mengetahui dampak-dampak diatas, mungkin kamu berpikir “Kalau begitu, harus berhenti gula sama sekali?”

Tenang, nggak harus langsung menghilangkan semua gula dari hidupmu. Yang terpenting adalah mulai menerapkan konsep cut sugar, yaitu dengan mengurangi asupan gula tambahan dalam makanan dan minuman sehari-hari. Dengan cut sugar, membuat kita lebih sadar akan apa yang kita konsumsi. Perlu diingat kalau tujuan utamanya yaitu bukan jadi “anti gula”, tetapi belajar mengontrol asupan agar tubuh tetap seimbang dan sehat.

Tips sederhana untuk mulai cut sugar:

1.      Memerhatikan label makanan & minuman

Langkah awal untuk memulai cut sugar simple banget: biasakan membaca label kemasan!

Tanpa kita sadari ternyata banyak makanan dan minuman olahan yang mengandung gula tersembunyi. Terkadang makanan yang terlihat “sehat” seperti granola atau yogurt biasanya juga mengandung tinggi gula. Dengan membaca label kamu bisa tahu berapa banyak gula dalam satu porsi dan mengenali nama-nama lain dari gula seperti  fruktosa, glukosa, sirup jagung, dan lainnya.

2.      Pilih alternatif yang lebih sehat

Kamu nggak harus langsung berhenti total dari rasa manis. Bisa dimulai dari mengganti gula pasir dengan alternatif yang lebih sehat, seperti madu, stevia, atau gua kelapa. Meskipun lebih alami, kamu harus tetap membatasi konsumsinya.

3.      Kurangi minuman manis

Tanpa sadar, minuman manis bisa jadi penyumbang gula paling besar dalam sehari. Teh manis, boba, soda, mengandung lebih dari 20-30 gram gula dalam satu sajian! Coba pelan-pelan kurangi dengan minum teh hijau, air putih, atau bagi kalian yang tetap mau minum ada perasa bisa juga membuat infused water dengan irisan lemon, mint, atau buah favoritmu.

4.      Ubah cemilanmu dengan pilihan sehat

Ngemil gak harus selalu manis! Daripada makan kue, cokelat, donat, cobalah ganti dengan pilihan yang lebih ramah tubuh seperti buah-buahan, yogurt rendah gula, edamame. Selain membuat tubuh lebih sehat, cemilan seperti ini juga bikin kenyang lebih lama.

So, are you ready to cut sugar?

Yuk, mulai sekarang lebih waspada dengan asupan gula harian. Mengurangi bukan berarti harus kehilangan kenikmatan, tetapi belajar mengenali sinyal tubuh dan memilih yang baik untuk diri sendiri.

Memang tidak mudah, butuh proses dan komitmen yang kuat. Tapi dengan memulai dari langkah kecil yang konsisten, kamu bisa menciptakan perubahan besar untuk kesehatan di masa depan.

AYO MASUK STIKES!!!


INFO LEBIH LANJUT:
Telp. 0813-8990-2029

Telp. 0823-1024-6059

LINK PENDAFTARAN:



#CuttingSugar=InvestasiKesehatan?

#PMB

#STIKESSUMBERWARAS

#SarjanaAdminkes